Amurang – Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui program pengabdian masyarakat di Likupang Timur, Minahasa Utara. Melalui inovasi berbasis potensi lokal, UGM mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengolah pisang goroho menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Pisang Goroho sebagai Potensi Lokal
Pisang goroho merupakan varietas khas Sulawesi Utara yang banyak tumbuh di wilayah pesisir, termasuk Likupang Timur. Selama ini, pisang tersebut lebih sering dikonsumsi langsung dengan cara direbus atau digoreng, namun belum banyak dikembangkan sebagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi.
“Potensi pisang goroho sangat besar, tapi belum tergarap optimal. Kami melihat ini sebagai peluang untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing,” ungkap salah satu dosen pendamping dari UGM.
Pelatihan dan Pendampingan UMKM
Melalui program pengabdian masyarakat, tim UGM memberikan pelatihan kepada UMKM setempat mengenai teknik pengolahan pisang goroho menjadi produk seperti keripik, tepung pisang, hingga penganan modern seperti brownies dan kue kering.
Selain keterampilan produksi, peserta juga mendapat materi mengenai manajemen usaha, pemasaran digital, serta pengemasan produk yang menarik agar lebih kompetitif di pasaran.
“Dengan inovasi dan pendampingan ini, kami ingin UMKM di Likupang Timur tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menghadirkan produk olahan bernilai tinggi,” tambahnya.

Baca juga: Ferry Liando: Kalah Kompetisi Pemilu Kerap Pemicu Konflik Masyarakat
Dukung Pariwisata Super Prioritas
Likupang Timur dikenal sebagai salah satu kawasan pariwisata super prioritas di Indonesia. Kehadiran produk olahan pisang goroho diharapkan bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan, sekaligus memperkuat identitas kuliner lokal.
“Ketika wisatawan datang, mereka bukan hanya menikmati pantai dan pemandangan, tetapi juga bisa membawa pulang produk khas daerah. Ini bisa jadi oleh-oleh unggulan dari Likupang,” ujar salah seorang pelaku UMKM peserta pelatihan.
Harapan untuk Kemandirian Ekonomi
Program UGM ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah Minahasa Utara. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM menyebut, kolaborasi perguruan tinggi dan pelaku usaha kecil sangat penting untuk membangun ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Ke depan, kami berharap inovasi pisang goroho bisa memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Penutup
Inovasi pengolahan pisang goroho yang didorong oleh UGM tidak hanya membuka peluang bisnis baru bagi UMKM di Likupang Timur, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar pembangunan daerah berbasis potensi lokal. Dengan dukungan teknologi, kreativitas, dan pemasaran yang tepat, pisang goroho berpotensi menjadi ikon kuliner yang mengangkat nama Likupang di tingkat nasional maupun internasional.









