Amurang – Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Melalui sinergi bersama Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jenderal Imigrasi serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, BRI resmi membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Nusakambangan, Jumat (12/9/2025).
Program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Kehadiran BLK di Nusakambangan diharapkan dapat menjadi jembatan reintegrasi sosial dan ekonomi bagi warga binaan setelah bebas nanti.
Bekali Keterampilan, Buka Harapan Baru
Direktur Utama BRI, dalam keterangannya, menyebut pembangunan BLK ini sejalan dengan semangat inclusive banking yang diusung perseroan. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi tidak hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga bagi kelompok rentan, termasuk warga binaan.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya selesai menjalani hukuman, tetapi juga pulih dan kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang memadai. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah mencari pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Adapun pelatihan yang akan diberikan di BLK Nusakambangan meliputi keterampilan pertanian, perbengkelan, pengelasan, menjahit, hingga kewirausahaan berbasis digital.
Dukungan dari Kementerian Hukum dan HAM
Menteri Hukum dan HAM menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi penting dalam meningkatkan kualitas program pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“Pembangunan BLK oleh BRI di Nusakambangan ini bukan hanya investasi sosial, tetapi juga langkah strategis untuk mengurangi risiko residivisme. Warga binaan yang memiliki keterampilan akan lebih percaya diri untuk hidup mandiri setelah bebas,” jelasnya.
Pihak Ditjen Pemasyarakatan juga menambahkan, kerja sama ini menjadi model yang dapat direplikasi di lapas-lapas lain di Indonesia.

Baca juga: Sekwan Bandung: Tunjangan Dewan Bukan Penghasilan Tambahan, Melainkan Hak Normatif
Harapan Warga Binaan
Sejumlah warga binaan yang diwawancarai mengaku antusias dengan adanya program ini. Mereka menilai kesempatan belajar keterampilan praktis akan menjadi bekal berharga setelah kembali ke masyarakat.
“Selama ini kami banyak waktu di dalam. Dengan adanya pelatihan ini, saya bisa belajar bengkel motor. Semoga nanti bisa buka usaha kecil setelah bebas,” kata salah satu warga binaan.
Komitmen CSR BRI
Pembangunan BLK Nusakambangan juga menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI. Perseroan menegaskan akan terus memperluas kontribusi sosialnya, tidak hanya di bidang pendidikan dan kesehatan, tetapi juga rehabilitasi sosial dan pemberdayaan ekonomi.
“Kami percaya, pembangunan bangsa harus melibatkan semua pihak. Tidak boleh ada yang tertinggal, termasuk warga binaan,” tegas perwakilan BRI.
Menuju Reintegrasi Sosial yang Lebih Baik
Dengan berdirinya BLK Nusakambangan, diharapkan warga binaan dapat memiliki peluang lebih besar untuk hidup mandiri. Kolaborasi BRI dengan Kementerian Hukum dan HAM menjadi wujud nyata komitmen membangun Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan sosial.









