Amurang – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung khidmat dan sederhana pada Kamis (4/9). Meski tanpa kemeriahan berlebihan, rangkaian kegiatan yang dihadirkan justru menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Perayaan Tanpa Euforia Berlebihan
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sarat hiburan besar, tahun ini Pemprov Sulut memilih perayaan yang lebih sederhana namun penuh makna. Acara dimulai dengan upacara peringatan HUT di halaman Kantor Gubernur Sulut, yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ribuan warga.
Gubernur Sulut dalam sambutannya menegaskan bahwa kesederhanaan ini merupakan bentuk kedekatan pemerintah dengan rakyat.
“Peringatan HUT kali ini kita buat sederhana, tapi manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Itulah esensi pembangunan Sulawesi Utara yang inklusif dan berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga
Salah satu rangkaian utama adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di beberapa titik di Kota Manado. Warga dapat membeli bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, hingga cabai dengan harga yang lebih rendah dibandingkan pasar.
“Alhamdulillah bisa beli beras lebih murah dari harga pasar. Sangat membantu di tengah harga bahan pokok yang naik,” ungkap Martha, ibu rumah tangga asal Tikala yang datang sejak pagi bersama keluarganya.

Baca juga: UGM Dorong UMKM Likupang Timur Berdaya Lewat Inovasi Pisang Goroho
Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Selain GPM, Pemprov Sulut juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis di beberapa fasilitas umum. Masyarakat dapat memeriksakan tekanan darah, gula darah, hingga konsultasi kesehatan dengan tenaga medis.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sulut, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
“Kami ingin warga Sulut sehat, kuat, dan produktif. Pemeriksaan kesehatan gratis ini bisa menjadi langkah awal deteksi dini penyakit,” jelasnya.
Apresiasi dari Masyarakat
Kesederhanaan acara justru menuai apresiasi dari masyarakat. Banyak warga menilai bahwa HUT kali ini terasa lebih dekat dan bermanfaat.
“Daripada pesta besar-besaran, lebih baik seperti ini. Kami bisa langsung merasakan manfaatnya, terutama untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Yohanes, pedagang kaki lima di kawasan Megamas.
Harapan untuk Sulawesi Utara ke Depan
Momentum HUT ke-61 ini menjadi ajang refleksi sekaligus harapan baru bagi pembangunan Sulut. Gubernur menyampaikan bahwa tantangan ke depan adalah menjaga stabilitas pangan, memperkuat sektor pariwisata, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Dengan kebersamaan dan persatuan, kita yakin Sulut bisa semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Penutup
Perayaan HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-61 tahun ini membuktikan bahwa kesederhanaan bisa lebih bermakna. Dengan menghadirkan program nyata seperti GPM dan pemeriksaan kesehatan gratis, pemerintah tidak hanya merayakan hari jadi, tetapi juga memberikan bukti kepedulian langsung kepada masyarakat.









