, ,

Gunung Semeru Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius 3 Km

by -658 Views
cek disini

News Amurang – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (13/9/2025) dini hari. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, kolom abu teramati membumbung setinggi 800 meter di atas puncak kawah. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan.

Erupsi Disertai Abu Vulkanik

Laporan resmi PVMBG mencatat erupsi terjadi pukul 02.45 WIB. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat daya. Suara gemuruh lemah juga dilaporkan terdengar dari pos pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur.

Petugas melaporkan material abu turun ke sejumlah wilayah di lereng barat daya, menyebabkan visibilitas terbatas. Beberapa warga bahkan merasakan hujan abu tipis di sekitar Kecamatan Pronojiwo.

Status Gunung Masih Siaga

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG menegaskan bahwa status ini berarti aktivitas vulkanik masih tinggi dan potensi erupsi susulan bisa terjadi kapan saja.

“Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah, dan khusus sektor tenggara sejauh 13 kilometer karena rawan awan panas guguran,” ujar petugas PVMBG.

Gunung Semeru
Gunung Semeru

Baca juga: Hacker Bjorka Sulut Terancam 12 Tahun Penjara usai Retas 4,9 Juta Akun Nasabah Bank, Penyidik: Pelaku Bukan Ahli IT dan tak Lulus SMK

Evakuasi dan Kesiapsiagaan Warga

Sejumlah warga di desa-desa sekitar lereng gunung mulai melakukan langkah antisipasi. Aparat gabungan dari BPBD Lumajang, TNI, dan Polri telah disiagakan untuk membantu evakuasi apabila aktivitas vulkanik meningkat.

Kepala BPBD Lumajang menyebut pihaknya sudah menyiapkan lokasi pengungsian darurat dengan peralatan logistik dasar. “Kami prioritaskan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil agar segera mengungsi bila aktivitas gunung makin intens,” katanya.

Aktivitas Warga Dibatasi

Selain radius 3 kilometer yang wajib steril, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi aliran lahar dingin saat hujan turun. Sungai Besuk Kobokan dan Besuk Bang di sektor tenggara diprediksi menjadi jalur aliran material vulkanik.

Petugas mengingatkan para penambang pasir dan warga yang beraktivitas di bantaran sungai untuk segera menghentikan kegiatan. “Kami sudah sampaikan imbauan agar tidak ada yang nekat mencari material tambang di sungai saat kondisi seperti ini,” tegas aparat setempat.

Pemerintah Pusat Ikut Memantau

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui PVMBG memastikan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan relawan bencana dilakukan secara intensif untuk memastikan keselamatan warga.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang namun waspada. Jangan percaya informasi hoaks dan selalu merujuk pada laporan resmi PVMBG atau BPBD,” tulis keterangan PVMBG.

Harapan Agar Aktivitas Mereda

Meski erupsi kali ini tidak sebesar peristiwa Desember 2021 lalu, warga sekitar Semeru tetap dihantui rasa was-was. Banyak yang berharap aktivitas vulkanik segera mereda agar mereka bisa kembali beraktivitas normal.

“Semoga cepat reda, kami sudah trauma dengan kejadian sebelumnya. Tapi sekarang kami lebih siap karena ada sosialisasi rutin dari pemerintah,” kata Sulastri, warga Desa Supiturang.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.