Amurang– Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan tata kelola aset daerah. Gubernur Sulawesi Utara menegaskan bahwa pengelolaan aset yang transparan, akuntabel, dan tertib administrasi menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya untuk meningkatkan kemandirian fiskal serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Aset Daerah sebagai Penopang Pembangunan
Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan bahwa aset milik daerah bukan hanya sekadar data inventaris, melainkan memiliki nilai strategis untuk menopang pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.
“Pengelolaan aset daerah harus dilakukan secara profesional agar bisa memberikan manfaat nyata. Dengan tata kelola yang baik, aset ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung program pembangunan, pelayanan publik, bahkan menjadi sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah),” ujarnya.
Inventarisasi dan Digitalisasi Data
Salah satu langkah yang kini tengah dilakukan Pemprov Sulut adalah mempercepat proses inventarisasi dan digitalisasi data aset. Dengan sistem digital, pemerintah daerah dapat memantau status, lokasi, hingga nilai aset secara real time.
Menurut Gubernur, sistem ini akan meminimalisir potensi penyalahgunaan dan memastikan semua aset daerah tercatat dengan baik. “Kita harus menghindari aset terbengkalai atau bahkan hilang karena kelalaian administrasi. Dengan digitalisasi, semua akan tercatat dan mudah diawasi,” tambahnya.

Baca juga: Hermawan Kartajaya: Sulut Punya Potensi Besar Hadapi 2025
Kolaborasi dengan Pusat dan Daerah
Gubernur juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota. Dengan koordinasi yang baik, tata kelola aset akan berjalan lebih efektif, terutama dalam hal sinkronisasi data serta optimalisasi penggunaan lahan dan bangunan milik daerah.
“Kita harus bergerak bersama. Antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota perlu satu sistem yang terintegrasi agar tidak terjadi tumpang tindih pemanfaatan aset,” tegasnya.
Dukungan DPRD dan Aparat Pengawas
Selain itu, DPRD Sulawesi Utara turut mendukung langkah optimalisasi aset daerah ini. Legislator menilai bahwa pengelolaan aset yang transparan akan berdampak pada peningkatan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Aparat pengawas internal juga dilibatkan untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan.
Harapan untuk Sulut yang Lebih Maju
Melalui optimalisasi tata kelola aset, Gubernur berharap Sulawesi Utara mampu memperkuat basis ekonominya dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga aset daerah sebagai warisan yang harus dikelola secara bijak.
“Aset adalah milik rakyat Sulawesi Utara. Mari kita kelola dengan penuh tanggung jawab agar bisa diwariskan kepada generasi berikutnya dalam keadaan lebih baik,” pungkasnya.









